Realisasi Investasi Dompu Baru Capai 15 Persen dari Target Rp2,4 Triliun, Dampak Kebijakan Care and Maintenance PT STM

Admin
By -
0
Farid Anshari, SE., M.Si.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dompu.
[Gd*/Ist].

DOMPU – Realisasi investasi penanaman modal di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga semester pertama tahun 2026 tercatat baru mencapai Rp380,890 miliar atau sekitar 15 persen dari target investasi daerah sebesar Rp2,4 triliun.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dompu, Farid Anshari, mengatakan rendahnya capaian investasi tersebut tidak terlepas dari kebijakan care and maintenance (perawatan dan pemeliharaan) yang diterapkan PT Sumbawa Timur Mining (STM) sejak akhir tahun 2024.


“Sektor yang paling berpengaruh terhadap realisasi investasi adalah pertambangan. Dampak dari kebijakan care and maintenance yang dilakukan PT STM cukup besar terhadap capaian investasi daerah,” ujar Farid saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).


Menurutnya, aktivitas investasi di sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu kontributor utama dalam pencapaian target investasi Kabupaten Dompu. Karena itu, pemerintah daerah berharap PT STM dapat kembali melanjutkan operasionalnya setelah menyelesaikan tahapan pra-studi kelayakan menuju proses berikutnya.


“Jika kegiatan perusahaan kembali berjalan normal, tentu akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, dan peluang usaha bagi masyarakat,” katanya.


Farid menegaskan, Pemerintah Kabupaten Dompu terus berkomitmen memberikan dukungan kepada para investor yang menanamkan modalnya di daerah tersebut. Terkait aspek keamanan investasi, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.


Selain itu, pihaknya akan terus melakukan pendekatan aktif kepada pelaku usaha agar menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara tepat waktu melalui sistem Online Single Submission (OSS).


“Kami akan terus melakukan jemput bola kepada pelaku usaha agar menyampaikan LKPM. Dengan begitu, realisasi investasi yang sebenarnya dapat tergambar secara lebih akurat,” ujarnya.


Rencana Investasi Meningkat 25 Persen Berdasarkan data OSS pada Triwulan II Tahun 2026, nilai rencana pengembangan investasi yang diajukan untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan lainnya mencapai Rp152,290 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sektor usaha kecil mendominasi dengan rencana investasi sebesar Rp104,070 miliar dan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.286 orang.


Sementara itu, usaha menengah mencatat rencana investasi sebesar Rp16,11 miliar dengan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 16 orang. Adapun usaha besar merencanakan investasi sebesar Rp32,11 miliar dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 23 orang.


Realisasi Triwulan II Mengalami Penurunan Meski rencana investasi menunjukkan tren peningkatan, realisasi investasi pada Triwulan II Tahun 2026 justru mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.


Data DPMPTSP Kabupaten Dompu mencatat, perusahaan yang telah menyampaikan LKPM melalui aplikasi OSS pada Triwulan II merealisasikan investasi sebesar Rp117,156 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi investasi pada Triwulan I yang mencapai Rp263,738 miliar.


“Realisasi investasi pada Triwulan II sebesar Rp117,156 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan Triwulan I yang mencapai Rp263,738 miliar,” kata Farid.


Pemerintah Kabupaten Dompu optimistis target investasi daerah masih dapat dikejar pada semester kedua tahun 2026, terutama apabila sektor pertambangan kembali bergerak dan pelaporan investasi dari para pelaku usaha semakin optimal.

Reporter : Koran Prioritas.

Editor : Redaksi.

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)