![]() |
DOMPU, KORAN PRIORITAS – Pemerintah Kabupaten Dompu memperingati Hari Veteran Nasional 2026 dengan menggelar kegiatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Dompu, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para veteran dan pejuang yang telah mengorbankan jiwa, raga, harta, serta keluarga demi kemerdekaan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Dompu, Mayor (Purn) H. Marsita Nursalam, menyampaikan sejumlah hal terkait keberadaan veteran di Kabupaten Dompu serta hasil Musyawarah Daerah LVRI yang baru dilaksanakan di Mataram.
Marsita menjelaskan, dirinya bersama Ketua LVRI Kabupaten Dompu sebelumnya menghadiri Musyawarah Daerah LVRI di Mataram selama tiga hari. Dalam forum tersebut, AKBP Sumingga dari PBB terpilih sebagai Ketua DPD LVRI.
Ia juga menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap para veteran dan keluarganya. Menurutnya, dukungan tersebut telah memiliki dasar hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.
“Pemerintah daerah memberikan bantuan dan dorongan untuk melaksanakan tugas-tugas selanjutnya,” ujarnya.
Marsita juga mengingatkan bahwa veteran merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa. Mereka yang telah berjuang dalam berbagai peperangan maupun tugas perdamaian memiliki jasa besar dalam mempertahankan dan menjaga kepentingan bangsa dan negara.
Ia berharap perhatian terhadap veteran tidak hanya diberikan pada momentum tertentu, tetapi juga menjadi kepedulian bersama sepanjang waktu.
Bupati Dompu : Jangan Lupakan Jasa Para Veteran
Sementara itu, Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., dalam sambutan dan arahannya mengaku terharu ketika mendengarkan kembali kisah perjuangan para veteran.
Bambang mengatakan, perjuangan para pendahulu bangsa tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga pengorbanan jiwa, raga, harta benda, keluarga, darah dan air mata demi mencapai kemerdekaan Indonesia.
“Saya sedikit meneteskan air mata. Sepintas pikiran saya kembali ke masa lalu, saat para pejuang memperjuangkan kemerdekaan dengan mengorbankan segala jiwa dan raga, harta benda, keluarga dan semuanya demi merdeka,” ungkap Bambang.
Menurutnya, generasi saat ini tidak lagi dituntut mengangkat senjata sebagaimana yang dilakukan para pejuang pada masa perjuangan kemerdekaan. Namun, masyarakat memiliki kewajiban untuk mengisi kemerdekaan dengan gagasan, karya dan tindakan positif.
Bambang juga menyoroti pentingnya semangat kebangsaan yang dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, salah satunya memasang dan menghormati bendera Merah Putih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia meminta seluruh perangkat pemerintahan mulai dari tingkat RT, RW, desa, kelurahan, kecamatan hingga seluruh organisasi dan lembaga terkait untuk ikut menyosialisasikan pentingnya semangat kebangsaan kepada masyarakat.
“Negara tidak lagi meminta pengorbanan seperti yang dilakukan para veteran kita. Tetapi masih saja kita bertanya, di mana nasionalisme kita, ke-Indonesiaan kita, kebangsaan kita, kecintaan kita terhadap Merah Putih. Itu yang harus kita tunjukkan,” tegasnya.
Bambang menilai pemasangan bendera dan memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan bentuk sederhana dari penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.
Menurutnya, masyarakat dapat memperingati kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif tanpa harus melakukan pengorbanan besar seperti yang dilakukan para pejuang terdahulu.
Veteran Merupakan Saksi Sejarah
Bupati Dompu juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan perhatian kepada para veteran yang masih hidup.
Ia mengingatkan bahwa jumlah veteran akan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Karena itu, perhatian dan penghormatan kepada mereka harus diberikan selagi masih ada kesempatan.
“Kita masih punya yang tersisa. Tahun lalu telah gugur tiga orang. Kita tidak akan bertambah, bapak dan ibu sekalian akan gugur satu-satu,” katanya.
Menurut Bambang, keberadaan para veteran merupakan bagian penting dari sejarah bangsa. Mereka adalah saksi hidup dari perjalanan panjang perjuangan Indonesia.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan perhatian, kasih sayang dan penghormatan kepada para veteran serta keluarga mereka.
“Kalau kita hari ini tidak memberikan kasih sayang dan mencintai para orang tua kita ini, kita sebagai bangsa telah melupakan jasa para pahlawan. Tidak boleh seperti itu,” tegasnya.
Pemkab Dompu Berikan Tali Asih dan Layanan Kesehatan
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu sekaligus Ketua Pemuda Panca Marga Kabupaten Dompu, Yani Hartono, S.P., menjelaskan bahwa peringatan Hari Veteran Nasional tahun 2026 menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Kabupaten Dompu.
Menurut Yani, hal tersebut sejalan dengan tugas Dinas Sosial dalam menjaga nilai-nilai kepahlawanan serta memberikan perhatian kepada para veteran dan keluarganya.
Pada momentum Hari Veteran Nasional 2026, Pemkab Dompu memberikan penghargaan dan apresiasi kepada anggota veteran serta janda veteran di Kabupaten Dompu.
Bentuk perhatian tersebut antara lain berupa tali asih dan pembiayaan PBB melalui keputusan Bupati Dompu, serta pelayanan kesehatan gratis bagi para veteran dan janda veteran.
“Petugas kesehatan yang mendatangi para janda dan veteran ke rumah masing-masing untuk memberikan fasilitas pelayanan kesehatan,” jelas Yani.
Ia berharap semangat kejuangan dan nilai-nilai kepahlawanan para veteran tetap terjaga di Kabupaten Dompu dan dapat diwariskan kepada generasi muda.
Ziarah ke Makam Pahlawan
Yani menjelaskan, pemilihan Taman Makam Pahlawan sebagai lokasi peringatan Hari Veteran Nasional bukan tanpa alasan.
Menurutnya, lokasi tersebut dinilai tepat untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan sekaligus mengingat jasa para pahlawan yang telah lebih dahulu meninggal dunia.
“Kenapa dipilih Taman Makam Pahlawan? Karena momennya adalah kepahlawanan. Di sini juga terbaring anggota-anggota veteran yang telah mendahului kita,” ujarnya.
Selain sebagai lokasi kegiatan, momentum tersebut juga dirangkaikan dengan ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan veteran yang telah gugur.
Yani berharap ke depan seluruh unsur masyarakat, dunia usaha, BUMN, instansi pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan ikut memberikan perhatian kepada para veteran.
Ia menilai kepedulian tersebut seharusnya diberikan ketika para veteran masih hidup, bukan baru dilakukan setelah mereka meninggal dunia.
“Para veteran yang masih hidup adalah saksi sejarah. Dengan keterbatasan mereka saat ini, kita masih bisa memberikan semangat melalui tali asih, dukungan moral maupun materiil,” pungkasnya.
Merdeka! [Gd*].
