![]() |
| Edy Mulyadi, S.Pd., Plt. UPTD Dikpora Kecamatan Woja. [Gd*/Ist]. |
Dompu, Koran-Prioritas.Com, — Pimpinan UPTD Dikpora Kecamatan Woja, Edy Mulyadi, S.Pd., menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui pendekatan komunikasi, kekeluargaan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sejak dipercaya mengemban amanah memimpin UPTD Dikpora Kecamatan Woja, Edy menilai pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pembenahan sarana dan prasarana. Menurutnya, penguatan komunikasi dan kepercayaan antarpemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif.
“Selain memperbaiki fasilitas, yang lebih penting bagi saya adalah membangun pendekatan secara personal maupun melalui diskusi. Setiap persoalan harus kita dudukkan bersama untuk mencari solusi terbaik,” ujar Edy, Rabu (19/8/2026).
![]() |
| Edy Mulyadi, S.Pd., Plt. Pimpinan UPTD Dikpora Kecamatan Woja Saat Mengambil Apel Pembinaan Terhadap Bawahannya Beberapa Waktu Yang Lalu. [Gd*/Ist]. |
Ia menjelaskan, setiap persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan Kecamatan Woja terlebih dahulu dikoordinasikan dan dikonfirmasikan dengan Dinas Dikpora Kabupaten Dompu. Langkah tersebut dilakukan agar penyelesaian berbagai persoalan tetap berjalan sesuai kewenangan serta kebijakan yang berlaku.
Edy menyebut pendekatan dialogis dan kekeluargaan selama ini cukup membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan pendidikan. Perbedaan pandangan, kata dia, dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah tanpa harus berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Alhamdulillah, berbagai persoalan dapat kita selesaikan secara kekeluargaan. Bagi saya, ketika ada masalah, yang harus kita cari bukan siapa yang salah, tetapi bagaimana menemukan jalan keluar yang terbaik untuk kepentingan pendidikan,” katanya.
![]() |
| Nampak Dari Bangunan UPTD Dikpora Kecamatan Woja. [Gd*/Ist]. |
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor.
Edy menilai peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, organisasi profesi, masyarakat, hingga media memiliki peran masing-masing dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Karena itu, ia mendorong terbangunnya kolaborasi lintas sektor yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut Edy, semangat “Dompu Maju” harus diterjemahkan dalam bentuk kerja sama nyata, termasuk melalui kemitraan dengan insan media.
“Media memiliki peran yang sangat strategis. Saya berharap kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh sekolah dan insan pendidikan dapat dibackup melalui pemberitaan yang konstruktif, sehingga masyarakat mengetahui bahwa banyak hal baik yang sedang dilakukan untuk memajukan pendidikan di Dompu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemberitaan mengenai dunia pendidikan tidak semata-mata berfungsi sebagai publikasi. Media juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan informasi, memberikan inspirasi sekaligus bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya yang dilakukan guru, kepala sekolah, peserta didik, serta pemangku kepentingan lainnya.
UPTD Dikpora Didorong Menjadi Ruang Kolaborasi.
Ke depan, Edy berharap UPTD Dikpora Kecamatan Woja tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan administrasi pendidikan, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memudahkan berbagai pihak dalam mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan solusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dengan mengedepankan semangat kebersamaan, koordinasi, dan kolaborasi, Edy optimistis upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kecamatan Woja dapat terus dilakukan secara bertahap.
“Kita bangun pendidikan dengan hati, kita selesaikan persoalan dengan komunikasi, dan kita wujudkan Dompu Maju melalui kolaborasi,” Pungkasnya. [Gd*].


