![]() |
| Kepala SDN 02 Dompu, Rudi Hartono, S.Pd.I Saat Memberikan Edukasi Terkait Kedisiplinan Terhadap Sejumlah Siswa Yang Terlambat Mengikuti Upacara Setiap Hari Senin Pagi Tadi. [Gd*/Ist]. |
DOMPU, KORAN-PRIORITAS.COM,— Kepala SDN 02 Dompu, Rudi Hartono, S.Pd.I., menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedisiplinan siswa dan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Menurut Rudi, SDN 02 Dompu selama ini menjadi salah satu sekolah yang mendapat kepercayaan cukup tinggi dari masyarakat. Banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya di SDN 02 Dompu karena berharap mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, baik dari sisi akademik maupun nonakademik.
“Orang tua menitipkan anaknya di sini tentu memiliki harapan terhadap kualitas pendidikan, prestasi akademik maupun nonakademik, kompetensi guru, serta pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa,” ujar Rudi.
![]() |
| Rudi Hartono, S.Pd.I. Kepala SDN 02 Dompu. [Gd*/Ist]. |
Karena itu, kata dia, kualitas tersebut harus dibarengi dengan penerapan disiplin yang konsisten. Menurutnya, sekolah dengan berbagai keunggulan tidak akan maksimal apabila tingkat kedisiplinan siswa maupun guru masih sama dengan sekolah lainnya.
Target Disiplin 95 Persen
Rudi mengatakan, salah satu target utama yang ingin dicapai hingga Desember 2026 adalah meningkatkan kedisiplinan warga sekolah hingga mencapai sekitar 95 persen dan mendekati 100 persen.
Fokus tersebut antara lain menyangkut ketepatan waktu siswa dan guru datang ke sekolah, kepatuhan terhadap aturan, penggunaan atribut dan seragam, serta memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan secara maksimal.
“Target saya sampai Desember ini bagaimana anak-anak bisa maksimal dalam disiplin. Saya berharap dukungan dari seluruh guru. Kehadiran tepat waktu, pulang tepat waktu, dan setiap jam pelajaran harus dipastikan ada guru sehingga tidak ada kelas yang kosong,” tegasnya.
![]() |
| Suasana Pembinaan Oleh Kepala Sekolah. [Gd*/Ist]. |
Untuk sementara, Rudi mengaku belum menjadikan penataan lingkungan sekolah sebagai prioritas utama. Menurutnya, kondisi lingkungan sekolah saat ini sudah cukup mendukung, sehingga perhatian lebih diarahkan pada pembenahan kedisiplinan dan kehadiran siswa maupun guru.
Pelanggaran Ditangani Bertahap
Dalam penerapan disiplin, pihak sekolah juga telah menyusun mekanisme penanganan terhadap pelanggaran yang dilakukan warga sekolah, termasuk tenaga pendidik.
Rudi menjelaskan, pelanggaran akan dikategorikan mulai dari tingkat ringan, sedang hingga berat. Setiap pelanggaran memiliki tahapan penanganan dan pembinaan secara administratif.
“Kalau pelanggaran ringan, kami melakukan pembinaan internal. Kalau masih belum diindahkan, tentu ada tahapan berikutnya secara administrasi. Kami sudah membuat kesepakatan bersama mengenai mekanisme tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan, penerapan disiplin bukan bertujuan untuk mengekang guru maupun siswa. Sebaliknya, disiplin diarahkan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan kebiasaan positif.
Libatkan Orang Tua
Rudi juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung program kedisiplinan sekolah.
Hal itu dinilai penting karena sebagian siswa SDN 02 Dompu berasal dari wilayah yang cukup jauh, termasuk dari desa maupun kelurahan lain. Karena itu, ketepatan waktu siswa sangat berkaitan dengan dukungan keluarga di rumah.
“Kami meminta dukungan orang tua, terutama dalam hal kedisiplinan, pakaian, kehadiran dan kegiatan sekolah. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan orang tua sangat penting,” katanya.
Pihak sekolah, lanjut Rudi, juga berupaya membangun komunikasi lebih awal dengan orang tua apabila terdapat siswa yang terlambat atau tidak memenuhi ketentuan sekolah.
“Kalau ada anak yang terlambat, kami akan mencari tahu penyebabnya. Kenapa terlambat, bagaimana komunikasi dengan orang tua. Kalau perlu orang tua diberitahu lebih awal, sehingga persoalan bisa dicari solusinya bersama,” ujarnya.
Perubahan Mulai Terlihat
Rudi yang baru memasuki sekitar minggu ketiga menjalankan tugas sebagai Kepala SDN 02 Dompu mengaku telah melihat sejumlah perubahan positif sejak penerapan sistem kedisiplinan tersebut.
Ia menyebut, sebelumnya masih ditemukan siswa yang terlambat mengikuti kegiatan sekolah, tidak menggunakan atribut secara lengkap maupun kurang memperhatikan kerapian. Namun, kondisi tersebut mulai berkurang setelah dilakukan pembinaan secara konsisten.
Menurutnya, penerapan disiplin dilakukan bukan dengan pendekatan hukuman semata, melainkan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai manfaat disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
“Bukan menghukum, tetapi lebih kepada mendidik dan memberitahu apa manfaat disiplin. Anak-anak mulai merasakan perubahan. Ada yang bercerita kepada orang tuanya bahwa sekarang di sekolah ada aturan baru, tidak boleh terlambat, harus rapi dan menggunakan atribut lengkap,” ungkap Rudi.
Ia berharap kebiasaan tersebut terus dibangun secara konsisten sehingga menjadi karakter siswa.
Disiplin Guru Juga Menjadi Perhatian
Tidak hanya siswa, kedisiplinan guru juga menjadi perhatian serius. Rudi menyampaikan bahwa sekolah menerapkan sistem pencatatan dan pemantauan terhadap kehadiran serta aktivitas tenaga pendidik.
Menurutnya, guru tetap diberikan ruang untuk menjalankan kepentingan sosial maupun pribadi sepanjang dilakukan sesuai ketentuan dan tidak mengganggu tugas utama sebagai pendidik.
“Kita juga harus memahami bahwa guru memiliki urusan sosial dan pribadi. Tetapi semuanya ada mekanismenya. Saya memberikan toleransi untuk izin keluar, namun tetap ada sistem yang mencatat dan membaca frekuensinya,” katanya.
Sistem tersebut, lanjutnya, memungkinkan pihak sekolah melakukan evaluasi apabila terdapat pola izin yang terlalu sering dilakukan oleh seorang guru.
“Kalau ada guru yang terlalu sering izin, tentu akan kami kroscek. Apa penyebabnya dan apakah memang sesuai dengan alasan yang disampaikan. Intinya bukan melarang, tetapi memastikan tanggung jawab sebagai guru tetap berjalan,” jelasnya.
Ingin Tingkatkan Prestasi Sekolah
Lebih jauh, Rudi menegaskan bahwa pembenahan disiplin merupakan bagian dari langkah awal untuk meningkatkan prestasi SDN 02 Dompu.
Ia berharap sekolah tersebut tidak hanya mampu mempertahankan prestasi yang sudah ada, tetapi juga terus meningkatkan capaian hingga dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Motivasi saya datang ke sini bukan untuk mencari kesalahan yang sudah ada. Apa yang sudah baik kita tingkatkan menjadi lebih baik. Yang masih kurang kita benahi bersama. Semua dilakukan demi kemajuan sekolah,” tuturnya.
Menurut Rudi, orang tua memiliki hak untuk menuntut mutu pendidikan dari sekolah. Karena itu, SDN 02 Dompu harus mampu menunjukkan kualitas layanan pendidikan yang menjadi alasan masyarakat mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah tersebut.
“Harapan ke depan, prestasi sekolah ini semakin membanggakan, bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Orang tua punya hak menagih mutu pendidikan yang ditawarkan sekolah,” tegasnya.
Perkuat Kegiatan Ekstrakurikuler
Selain meningkatkan disiplin dan KBM, SDN 02 Dompu juga terus mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan bakat dan minat siswa.
Beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia antara lain drumband, Pramuka, seni tari, serta pencak silat.
Rudi berharap seluruh program tersebut dapat berjalan beriringan dengan pembenahan kedisiplinan sehingga siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, keterampilan, kreativitas dan prestasi di bidang nonakademik.
“Kalau kedisiplinan sudah kuat, KBM berjalan maksimal dan kegiatan ekstrakurikuler berkembang, kita berharap SDN 02 Dompu bisa menjadi sekolah yang semakin dipercaya masyarakat dan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan,” pungkasnya. [Gd*]


