![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., Danrem 162/WB Saat Menggelar Konferensi Pers Usai Rakor Persiapan Pengamanan MotoGP 2026. [Hizrin*/Ist]. |
MATARAM, Koran-Prioritas.Com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mulai mematangkan persiapan pengamanan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026. Ribuan personel gabungan serta puluhan pos pengamanan disiapkan untuk mendukung kelancaran ajang balap motor internasional tersebut.
Kesiapan pengamanan dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Progres Persiapan Pelaksanaan Event Internasional MotoGP Mandalika 2026, yang berlangsung di Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Senin (14/9/2026).
Rakor tersebut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., Danrem 162/WB, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
![]() |
| Suasana Rapat Koordinasi Lintas Instansi Jelang Event MotoGP 2026 Mendatang. [Hizrin*/Ist]. |
Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho mengatakan, Polda NTB berkomitmen mendukung seluruh rangkaian pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026, khususnya dari aspek keamanan dan kelancaran arus masyarakat.
"Kami dari Polda NTB tentu mendukung penuh pelaksanaan MotoGP ini. Mana yang akan menjadi tugas kita seperti pengamanan telah kita persiapkan dengan baik," ujar Hari.
Libatkan Ribuan Personel Gabungan
Menurutnya, pengamanan akan dilakukan melalui Operasi Mandalika Rinjani 2026 dengan melibatkan ribuan personel gabungan. Unsur yang terlibat tidak hanya berasal dari Polri dan TNI, tetapi juga pemerintah daerah serta berbagai unsur masyarakat.
Selain kawasan Sirkuit Mandalika, pengamanan juga diperkuat di sejumlah titik strategis, termasuk pintu-pintu masuk Pulau Lombok. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan selama pelaksanaan MotoGP.
Polda NTB juga menyiapkan puluhan pos pengamanan di sejumlah lokasi.
"Dalam Operasi Mandalika Rinjani tersebut kita telah mempersiapkan puluhan pos pengamanan, yang akan membantu mengatur dan memberikan informasi kepada masyarakat yang akan menuju Mandalika," jelasnya.
Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat mendukung pengaturan lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat maupun wisatawan yang menuju kawasan Mandalika.
Petakan Titik Rawan Kemacetan
Selain kesiapan personel dan pos pengamanan, Polda NTB telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah jalur yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.
Survei dilakukan secara berulang, termasuk pada jalur dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menuju kawasan Sirkuit Mandalika.
"Kita sudah melakukan survei berkali-kali di sekitar area sirkuit bahkan dari Bandara BIZAM, untuk menentukan titik mana saja yang berpotensi ada kemacetan. Termasuk kegiatan simulasi untuk antisipasi kendala saat pelaksanaan nantinya," kata Hari.
Menurutnya, pemetaan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi agar potensi gangguan arus lalu lintas dapat ditangani lebih cepat ketika pelaksanaan MotoGP berlangsung.
Koordinasi Lintas Sektor Jadi Perhatian
Wakapolda NTB juga menekankan pentingnya koordinasi antara seluruh stakeholder. Menurutnya, besarnya skala penyelenggaraan MotoGP membutuhkan kerja sama dan komunikasi yang efektif antarinstansi.
"Kerja sama semua stakeholder terkait tentu sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, bangun komunikasi dan koordinasi agar kendala ke depannya dapat segera diatasi," ujarnya.
Dengan persiapan tersebut, Polda NTB bersama unsur terkait terus melakukan pematangan pengamanan untuk memastikan pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 dapat berlangsung aman, tertib, serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan wisatawan di wilayah NTB. [Hizrin*]

