![]() |
DOMPU, – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar kegiatan Penyuluhan Agama Go to School di MTsN 1 Dompu, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan mengangkat tema "Bahaya Kenakalan Remaja dan Narkoba".
Penyuluhan ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta didik baru mengenai pentingnya menjauhi perilaku menyimpang, penyalahgunaan narkoba, serta membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama sejak awal memasuki lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 1 Dompu, Drs. M. Firdauz, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Dompu atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah berkunjung ke MTsN 1 Dompu. Kami berharap seluruh siswa baru dapat mengikuti materi dengan baik dan menjadikannya sebagai bekal dalam menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Dompu, Alimuddin, S.Ag., menyampaikan materi mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja yang perlu diwaspadai. Ia menjelaskan bahwa perilaku seperti merokok, penyalahgunaan narkoba, hingga perundungan (bullying) merupakan persoalan yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan generasi muda.
"Kenakalan remaja memiliki berbagai bentuk, mulai dari kebiasaan merokok, penyalahgunaan narkoba hingga bullying yang dapat memberikan dampak buruk bagi korban maupun pelakunya. Karena itu, para siswa perlu memahami bentuk-bentuk perilaku tersebut agar dapat menghindarinya," jelas Alimuddin.
Sementara itu, narasumber lainnya, Idi Ahmad, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, upaya tersebut merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pihak sekolah, tetapi juga seluruh warga madrasah.
Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada para siswa, yakni menghindari segala bentuk perundungan, membangun komunikasi yang baik dengan guru apabila menghadapi persoalan di sekolah, serta menjaga pelaksanaan ibadah, khususnya salat, sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan spiritual.
Pihak sekolah berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya preventif dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Dompu dan MTsN 1 Dompu, diharapkan para peserta didik tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan spiritual sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat. [Hizrin*].
